Harapan keluarga korban KM Virgo Transport 8 masih bergantung pada operasi pencarian yang terus dilakukan tim SAR gabungan di perairan Laut Jawa. Memasuki hari ketiga pada Selasa (15/9/2026), sebanyak 129 orang masih dinyatakan hilang setelah kapal tersebut terbalik dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kapal yang membawa total 243 orang itu mengalami kecelakaan di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9). Hingga pembaruan data pada hari ketiga, tim SAR telah menemukan 114 orang, terdiri atas 108 korban selamat dan enam korban meninggal dunia.
Dengan demikian, pencarian terhadap 129 orang lainnya masih menjadi prioritas utama.
Tim penyelamat menghadapi kondisi laut yang tidak mudah. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat proses pencarian di sekitar lokasi kapal terbalik harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Kondisi tersebut juga berdampak pada rencana pencarian bawah laut. Pada hari ketiga, operasi lebih banyak mengandalkan penyisiran melalui permukaan laut dan udara karena keadaan belum memungkinkan bagi seluruh unsur untuk bekerja secara optimal di bawah permukaan.
Basarnas mengerahkan kapal, pesawat, dan helikopter untuk memperluas cakupan pencarian. Sekitar 1.100 personel dari berbagai unsur turut dilibatkan dalam operasi tersebut.
Pencarian korban tidak hanya dilakukan tepat di lokasi kapal terbalik. Tim SAR juga memperhitungkan kemungkinan korban terbawa arus dan gelombang menjauh dari titik awal kecelakaan.
Pada operasi sebelumnya, Basarnas membagi wilayah pencarian ke dalam sejumlah sektor agar penyisiran dapat dilakukan secara paralel. Pada hari kedua, area pencarian mencakup sekitar 2.600 mil laut persegi dari titik acuan kecelakaan.
Pola tersebut memungkinkan kapal dan unsur udara menyisir wilayah berbeda tanpa saling bertabrakan jalur operasi.
Selain penyisiran dari permukaan, unsur SAR juga menyiapkan kemampuan khusus untuk mencari korban di bawah air.
Angkatan Laut menyiapkan penyelam serta sejumlah perangkat pendukung, termasuk drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV).
Namun, operasi bawah laut menghadapi tantangan tersendiri. Jarak pandang yang terbatas, kondisi kapal yang tidak stabil, gelombang tinggi, serta risiko keselamatan penyelam menjadi faktor yang harus diperhitungkan.
Kapal Virgo Transport 8 sendiri berada pada kedalaman sekitar 30 meter di lokasi kecelakaan.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal.
Kecelakaan terjadi ketika kapal menghadapi kondisi cuaca buruk di tengah perjalanan. Informasi awal yang disampaikan pihak berwenang menyebut kapal mengalami kemiringan sebelum akhirnya terbalik.
Namun, penyebab pasti kecelakaan belum ditetapkan. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan kapal tersebut mengalami kecelakaan.
Salah satu penyintas, Rizky Apriansyah, menceritakan bagaimana kapal tiba-tiba miring ketika berada di tengah laut.
Menurut kesaksiannya kepada Reuters, kapal mulai miring sekitar 30 derajat setelah dihantam gelombang. Dalam waktu kurang dari 10 menit, kapal kemudian terbalik.
Rizky bersama sejumlah rekannya sempat terlempar ke laut dan bertahan dengan berpegangan pada benda yang mengapung. Mereka kemudian menunggu sekitar 10 jam sebelum mendapatkan pertolongan.
Kesaksian tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai sulitnya kondisi yang dihadapi para penumpang ketika kecelakaan terjadi.
Sementara pencarian terus berlangsung di laut, keluarga para penumpang yang belum ditemukan masih menunggu informasi terbaru dari tim penyelamat.
Sebanyak 108 orang yang berhasil diselamatkan telah menjadi bagian dari proses evakuasi dan penanganan. Enam korban meninggal dunia juga telah ditemukan dan menjalani proses identifikasi.
Bagi keluarga 129 korban yang masih hilang, setiap perkembangan operasi menjadi informasi yang sangat dinantikan.
Tim SAR gabungan menyatakan operasi akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pencarian mencakup jalur laut, udara, hingga persiapan penyisiran bawah laut.
Dengan kondisi cuaca yang menjadi salah satu hambatan utama, tim harus menyesuaikan metode pencarian berdasarkan keamanan personel dan perkembangan situasi di lokasi.
Hingga hari ketiga operasi, 129 orang masih dalam pencarian. Tim penyelamat terus menyisir perairan Laut Jawa dengan harapan dapat menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya dan mengevakuasi mereka secepat mungkin.











