Shinkansen Gratis untuk Turis Asing di Jepang, Ternyata Cuma 8 Negara yang Bisa

Travelling19 Views

Kabar mengenai turis asing yang bisa menikmati perjalanan Shinkansen secara gratis di Jepang tengah menarik perhatian wisatawan. Namun, fasilitas tersebut ternyata bukan program yang berlaku untuk seluruh turis asing. Pemerintah daerah dan operator kereta menerapkan persyaratan khusus, termasuk asal negara wisatawan, lokasi kedatangan, hingga tujuan perjalanan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah kebijakan promosi wisata yang memberikan perjalanan Shinkansen tanpa biaya kepada wisatawan asing yang memenuhi persyaratan tertentu. Program tersebut ditujukan untuk mendorong wisatawan memperluas perjalanan ke daerah yang berada di luar destinasi wisata Jepang yang selama ini lebih populer.

Program perjalanan gratis tersebut berkaitan dengan upaya Prefektur Kagoshima menarik lebih banyak wisatawan internasional. Dalam skema yang diperkenalkan pada September 2026, wisatawan tertentu dapat memperoleh tiket sekali jalan menggunakan Shinkansen dari Stasiun Hakata di Fukuoka menuju salah satu dari tiga stasiun di Prefektur Kagoshima.

Perjalanan dari Hakata menuju Kagoshima dapat ditempuh dalam waktu sekitar 80 hingga 90 menit menggunakan layanan kereta cepat. Nilai tiket yang ditanggung dalam program tersebut mencapai maksimal sekitar 11.420 yen, atau sekitar Rp1,2 juta lebih jika dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar yang berlaku.

Namun, wisatawan tidak bisa begitu saja datang ke Jepang kemudian meminta tiket Shinkansen gratis. Program tersebut memiliki sasaran pasar yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah Kagoshima.

Wisatawan yang dapat mengikuti program berasal dari delapan pasar, yakni Amerika Serikat, Singapura, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, China daratan, Taiwan, dan Hong Kong. Dengan ketentuan tersebut, wisatawan asal Indonesia belum termasuk dalam daftar penerima program perjalanan gratis tersebut.

Ada alasan mengapa pemerintah Kagoshima memberikan batasan tersebut. Program ini tidak sekadar dirancang sebagai pemberian tiket gratis, melainkan bagian dari strategi promosi untuk mengarahkan wisatawan internasional menuju Kagoshima.

Wisatawan yang ingin mendapatkan fasilitas tersebut harus memenuhi ketentuan perjalanan yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah kedatangan melalui Bandara Fukuoka. Setelah tiba di Fukuoka, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Kagoshima menggunakan Shinkansen.

Syarat lainnya berkaitan dengan akomodasi. Wisatawan peserta program harus memesan penginapan di Prefektur Kagoshima setidaknya selama satu malam melalui platform perjalanan yang telah ditentukan, termasuk Klook.

Dengan demikian, tiket Shinkansen gratis tersebut bukan fasilitas transportasi cuma-cuma yang bisa digunakan wisatawan asing untuk bepergian ke mana saja di Jepang. Tiket diberikan sebagai bagian dari paket promosi untuk mendorong kunjungan ke Kagoshima.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 18 September 2026 hingga 28 Februari 2027, atau sampai anggaran yang tersedia habis. Karena sifatnya merupakan program promosi dengan anggaran terbatas, kesempatan memperoleh tiket gratis juga tidak berlangsung tanpa batas.

Kebijakan ini menarik karena Jepang tengah menghadapi peningkatan jumlah wisatawan internasional. Selama ini, sebagian besar wisatawan asing cenderung berkonsentrasi di kota-kota besar dan destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, Osaka, serta kawasan sekitar Gunung Fuji.

Pemerintah daerah di berbagai wilayah Jepang kemudian berupaya memanfaatkan lonjakan kunjungan wisatawan tersebut untuk memperkenalkan destinasi yang berada lebih jauh dari pusat wisata utama. Kagoshima menjadi salah satu wilayah yang ingin mendapatkan manfaat lebih besar dari arus wisatawan internasional.

Fukuoka dipilih sebagai salah satu titik penting karena kota tersebut merupakan pintu masuk utama menuju Kyushu. Dari Fukuoka, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan jaringan kereta cepat menuju bagian selatan pulau tersebut.

Kagoshima sendiri memiliki sejumlah destinasi wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, termasuk kawasan vulkanik, pemandangan alam, sumber air panas, serta kuliner khas Kyushu. Dengan akses kereta cepat yang relatif mudah, pemerintah daerah berharap wisatawan yang sudah berada di Fukuoka bersedia memperpanjang perjalanan hingga Kagoshima.

Program tersebut berbeda dengan Japan Rail Pass, yang memang tersedia bagi wisatawan asing yang memenuhi persyaratan tertentu. Japan Rail Pass merupakan tiket perjalanan yang memungkinkan wisatawan menggunakan berbagai layanan kereta JR dalam periode tertentu, termasuk sejumlah layanan Shinkansen. Namun, Japan Rail Pass bukan tiket gratis karena wisatawan tetap harus membelinya.

Japan Rail Pass juga memiliki ketentuan penggunaan tersendiri. Salah satu kategori yang memenuhi syarat adalah wisatawan asing yang masuk Jepang dengan status Temporary Visitor untuk tujuan seperti wisata. Saat menggunakan pass tersebut, wisatawan juga diwajibkan membawa paspor dan dapat diminta menunjukkannya kepada petugas.

Karena itu, wisatawan perlu membedakan antara program promosi tiket gratis Kagoshima dan Japan Rail Pass. Keduanya sama-sama berkaitan dengan perjalanan kereta di Jepang, tetapi memiliki tujuan, cakupan, dan persyaratan yang berbeda.

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana berlibur ke Jepang, kabar mengenai Shinkansen gratis ini tetap menarik untuk diketahui, meskipun Indonesia belum termasuk pasar yang ditargetkan dalam program tersebut. Wisatawan Indonesia masih dapat menggunakan Shinkansen secara reguler dengan membeli tiket atau menggunakan pass yang sesuai dengan rencana perjalanan.

Program ini juga menunjukkan bagaimana pemerintah daerah Jepang mulai menggunakan transportasi sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan. Alih-alih hanya memberikan diskon penginapan atau tiket masuk tempat wisata, perjalanan menggunakan kereta cepat dijadikan insentif agar wisatawan mengunjungi wilayah tertentu.

Keberadaan program semacam ini sekaligus memperlihatkan pentingnya memeriksa persyaratan sebelum membeli tiket atau menyusun rencana perjalanan. Klaim bahwa “turis asing bisa naik Shinkansen gratis” dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak disertai informasi mengenai negara yang memenuhi syarat, lokasi kedatangan, tujuan perjalanan, periode program, serta kewajiban menginap.

Dengan program yang berlangsung hingga Februari 2027 atau sampai anggaran habis, wisatawan dari negara yang memenuhi kriteria memiliki kesempatan untuk memanfaatkan perjalanan gratis tersebut selama seluruh persyaratan terpenuhi.

Sementara bagi wisatawan Indonesia, program tersebut belum memberikan akses gratis. Namun, kebijakan Kagoshima dapat menjadi sinyal bahwa promosi perjalanan kereta cepat dengan insentif khusus berpotensi terus digunakan Jepang untuk menarik wisatawan internasional ke berbagai wilayah di luar destinasi utama.