Serangan drone Israel kembali dilaporkan terjadi di Jalur Gaza pada Jumat, 25 September 2026. Satu warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah sebuah drone menyerang kawasan dekat Pemakaman Al-Sawarha di Kota Al-Zawaida, Gaza tengah.
Laporan tersebut disampaikan kantor berita Palestina WAFA dengan mengutip sumber dari layanan ambulans dan darurat setempat. Korban tewas bersama sejumlah warga yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Salah satu korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Identitas korban tewas kemudian dilaporkan oleh Anadolu sebagai Ibrahim Fawzi Ismail Mohsen, 36 tahun. Menurut keterangan sumber medis dan lokal yang dihimpun Anadolu, Ibrahim berada di Pemakaman Al-Sawarha ketika serangan terjadi. Ia disebut tengah mengunjungi makam saudaranya, Khalil, yang meninggal dalam perang Gaza pada Mei 2024.
Kematian Ibrahim menambah panjang daftar anggota keluarganya yang menjadi korban perang. Anadolu melaporkan bahwa empat saudara Ibrahim sebelumnya juga tewas dalam rangkaian konflik sejak Oktober 2023. Dengan meninggalnya Ibrahim, keluarga tersebut kehilangan lima bersaudara selama perang berlangsung.
Khalil, saudara yang makamnya dikunjungi Ibrahim, dilaporkan tewas di Deir al-Balah pada 11 Mei 2024 dalam usia 37 tahun. Sementara itu, saudara lainnya, Ismail dan Mohammed, masing-masing dilaporkan meninggal pada Oktober dan November 2023. Saudara lainnya, Youssef, tewas pada Juli 2024 ketika sebuah sekolah di kamp pengungsian Nuseirat yang digunakan sebagai tempat perlindungan warga terkena serangan.
Serangan di Al-Zawaida kembali menyoroti kondisi warga sipil di Gaza yang masih menghadapi ancaman kekerasan di tengah situasi kemanusiaan yang terus memburuk. Kawasan Gaza tengah, termasuk Al-Zawaida dan daerah sekitarnya, sebelumnya juga berulang kali menjadi lokasi serangan yang menimbulkan korban jiwa dan luka.
WAFA melaporkan bahwa serangan terbaru pada Jumat malam terjadi di sekitar pemakaman Al-Sawarha. Informasi awal dari layanan medis menyebut satu orang meninggal dan beberapa lainnya mengalami luka, sementara kondisi salah satu korban dinyatakan kritis.
Peristiwa tersebut juga memperlihatkan risiko yang dihadapi warga Palestina ketika menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah konflik. Tempat pemakaman yang biasanya menjadi lokasi warga untuk berziarah dan mengenang anggota keluarga yang telah meninggal turut menjadi lokasi terjadinya serangan.
Menurut data otoritas kesehatan Gaza yang dikutip Anadolu, perang sejak Oktober 2023 telah menyebabkan hampir 74.000 warga Palestina tewas dan sekitar 175.000 lainnya terluka. Angka tersebut merupakan data dari otoritas kesehatan Gaza dan mencakup korban sepanjang berlangsungnya perang.
Hingga laporan mengenai serangan terbaru ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai sasaran serangan dari pihak Israel ataupun penjelasan resmi mengenai alasan kawasan dekat Pemakaman Al-Sawarha menjadi target. Karena itu, rincian mengenai sasaran dan tujuan operasi tersebut masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Serangan drone terbaru ini menambah daftar insiden kekerasan yang dilaporkan terjadi di Gaza dan kembali menempatkan keselamatan warga sipil sebagai perhatian utama dalam perkembangan konflik tersebut.












